Liku-liku hatimu tidak terbendung
Saat kedua matamu terlihat mendung
Pasti ada duka yang yang menggunung
Atau hasrat kuat yang mulai tergulung
Liku-liku hatimu tidak terbendung
Ketika lapar pujian mulai menggantung
Jalan sempit serasa menggelundung
Semua lenyap meski terasa menyandung
Liku-liku hatimu tidak terbendung
Melihat tawar hati yang terkatung-katung
Sebab pemimpin sudah menjadi seperti patung
Hanya diam bagai kucing dalam karung
Liku-liku hatimu tidak terbendung
Terserat nadir yang terpasung
Memekik riuh menggelembung
Sesaat timbul dan sejenak limbung
Surabaya, 12 Juli 2013
